thanks, Danar ! :)

Rabu, 26 Februari 2014

Bandar Lampung, 18 Februari 2014, 13.10 WIB


“Lagi suntuk ya, Ca, makanya ngajak gue jalan?”

Aca yang sedang sibuk memperhatikan lalu lalang kendaraan di jalan langsung menoleh. Dilihatnya Danar tengah menatapnya sambil tersenyum. Aca kemudian mengalihkan kembali perhatiannya ke jalan raya.

“Gue ngajak lo jalan sebelum kita ga bisa jalan bareng lagi, Nar.”

Danar mengerutkan keningnya.

“Kenapa, Ca?”
“Gue pengen tetep di sini, Nar. Kalau semuanya bisa berjalan seperti apa yang gue mau, gue pengen tetap tinggal di sini, bareng keluarga gue, bareng elo.”

lesson to learn


1.      Carilah suami shaleh, yang mencintaimu atas dasar agama, karena Allah Ta’ala, bukan karena cintanya padamu.
1.       Jagalah lisanmu, kamu tidak tahu mana ucapanmu yang mungkin dapat menyakiti hati orang lain. Usahakan mengatakan yang baik-baik, kamu tidak tahu mana ucapanmu yang mungkin dapat menenangkan, menginspirasi, dan mengubah hidup orang lain menjadi lebih baik.

1.       Tahan marahmu, kendalikan. Ketika kamu sudah mulai tenang, kamu akan merasa bodoh karena sudah menunjukkan amarahmu, percayalah.

1.       Bayangkan jika kamu berada di posisi orang lain, coba tempatkan dirimu pada keadaan orang lain. Seperti apa kamu ingin diperlakukan? Kata-kata seperti apa yang ingin kamu dengar? Usahakan untuk melakukan itu.

1.      Jangan sombong. Apa yang kamu punya itu bukan karena kamu, tapi karena Allah yang mengizinkanmu untuk itu. Tak lupa, doa dan dukungan dari orang-orang yang menyayangimu juga turut serta menghebatkanmu.

untuk yang ditinggalkan

Sabtu, 01 Februari 2014

Apa rasanya ditinggalkan? Aku rasa aku tahu bagaimana rasanya. Semacam perasaan tidak nyaman, tidak mengenakkan. Aku rasa semua orang pun tahu bagaimana rasanya. Kita semua hampir pasti pernah mengalaminya.
Tapi tahukah kamu apa rasanya meninggalkan? Aku rasa aku tahu bagaimana rasanya. Semacam perasaan berat, gelisah. Aku ragu semua orang sadar bagaimana rasanya. Padahal kita semua hampir pasti pernah meninggalkan jejak di hati orang lain.

Tentang meninggalkan.
Tak enak rasanya dibilang meninggalkan dan tak peduli lagi pada apa dan siapa yang tertinggal di belakang.
Percayalah, yang meninggalkan pun berat untuk beranjak. Apalagi yang ditinggalkan adalah kesayangan. Kalau bukan karena keadaan yang mengharuskan, tentu yang meninggalkan akan memilih untuk tetap tinggal. Atau mengajak yang akan ditinggalkan untuk ikut serta. Sungguh, tidak ada yang ingin melihat kesayangannya sedih dan susah sendirian.
Tapi mau bagaimana. Salah satu makna hidup adalah tentang meninggalkan dan ditinggalkan.
Karena tidak semua pertemuan berakhir dengan indah atas nama kebersamaan. Terkadang pilihan untuk berpisah adalah awal yang baik untuk sebuah keindahan lainnya. Aku percaya itu.

Percayalah, yang meninggalkan pun terus berpikir. Berpikir bagaimana caranya menenangkan hati yang ditinggalkan, bahkan ketika hati sendiri pun masih goyah.
Karena kita satu, aku merasa baik ketika kamu pun merasa baik. Dan aku pilih doa sebagai pendampingmu di saat aku jauh.
Doa punya kekuatan luar biasa yang mampu menembus jarak seberapa pun jauhnya, seberapa pun mustahilnya. Doa akan mengalir lewat air, berhembus lewat udara, berderai lewat tetesan hujan, meneduhkan selayaknya awan, dan memancarkan kehangatan selayaknya matahari pagi yang cahayanya menyapamu setiap pagi.
Doa itu akan selalu ada, selalu terucap, selalu menemani. Kau hanya perlu ucapkan Aamiin untuk setiap kata-kata yang aku rangkai. Apapun itu, percayalah, itu demi kebaikanmu.

Cinta biar saja ada
Yang terjadi biar saja terjadi
Bagaimanapun hidup memang hanya cerita
Cerita tentang meninggalkan dan yang ditinggalkan

Rumah, 19 Desember 2013, 11.04 WIB