Tampilkan postingan dengan label love line. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label love line. Tampilkan semua postingan

thanks, Danar ! :)

Rabu, 26 Februari 2014

Bandar Lampung, 18 Februari 2014, 13.10 WIB


“Lagi suntuk ya, Ca, makanya ngajak gue jalan?”

Aca yang sedang sibuk memperhatikan lalu lalang kendaraan di jalan langsung menoleh. Dilihatnya Danar tengah menatapnya sambil tersenyum. Aca kemudian mengalihkan kembali perhatiannya ke jalan raya.

“Gue ngajak lo jalan sebelum kita ga bisa jalan bareng lagi, Nar.”

Danar mengerutkan keningnya.

“Kenapa, Ca?”
“Gue pengen tetep di sini, Nar. Kalau semuanya bisa berjalan seperti apa yang gue mau, gue pengen tetap tinggal di sini, bareng keluarga gue, bareng elo.”

untuk yang ditinggalkan

Sabtu, 01 Februari 2014

Apa rasanya ditinggalkan? Aku rasa aku tahu bagaimana rasanya. Semacam perasaan tidak nyaman, tidak mengenakkan. Aku rasa semua orang pun tahu bagaimana rasanya. Kita semua hampir pasti pernah mengalaminya.
Tapi tahukah kamu apa rasanya meninggalkan? Aku rasa aku tahu bagaimana rasanya. Semacam perasaan berat, gelisah. Aku ragu semua orang sadar bagaimana rasanya. Padahal kita semua hampir pasti pernah meninggalkan jejak di hati orang lain.

Tentang meninggalkan.
Tak enak rasanya dibilang meninggalkan dan tak peduli lagi pada apa dan siapa yang tertinggal di belakang.
Percayalah, yang meninggalkan pun berat untuk beranjak. Apalagi yang ditinggalkan adalah kesayangan. Kalau bukan karena keadaan yang mengharuskan, tentu yang meninggalkan akan memilih untuk tetap tinggal. Atau mengajak yang akan ditinggalkan untuk ikut serta. Sungguh, tidak ada yang ingin melihat kesayangannya sedih dan susah sendirian.
Tapi mau bagaimana. Salah satu makna hidup adalah tentang meninggalkan dan ditinggalkan.
Karena tidak semua pertemuan berakhir dengan indah atas nama kebersamaan. Terkadang pilihan untuk berpisah adalah awal yang baik untuk sebuah keindahan lainnya. Aku percaya itu.

Percayalah, yang meninggalkan pun terus berpikir. Berpikir bagaimana caranya menenangkan hati yang ditinggalkan, bahkan ketika hati sendiri pun masih goyah.
Karena kita satu, aku merasa baik ketika kamu pun merasa baik. Dan aku pilih doa sebagai pendampingmu di saat aku jauh.
Doa punya kekuatan luar biasa yang mampu menembus jarak seberapa pun jauhnya, seberapa pun mustahilnya. Doa akan mengalir lewat air, berhembus lewat udara, berderai lewat tetesan hujan, meneduhkan selayaknya awan, dan memancarkan kehangatan selayaknya matahari pagi yang cahayanya menyapamu setiap pagi.
Doa itu akan selalu ada, selalu terucap, selalu menemani. Kau hanya perlu ucapkan Aamiin untuk setiap kata-kata yang aku rangkai. Apapun itu, percayalah, itu demi kebaikanmu.

Cinta biar saja ada
Yang terjadi biar saja terjadi
Bagaimanapun hidup memang hanya cerita
Cerita tentang meninggalkan dan yang ditinggalkan

Rumah, 19 Desember 2013, 11.04 WIB

S.Psi.

Senin, 21 Oktober 2013



Mau berbagi kebahagiaan :) Alhamdulillah, finally S.Psi. Hahay :P

Tepatnya hari Kamis, 17 Oktober 2013 kemarin, lupa jam berapanya (sekitar jam 11.30 kali yak), gue resmi menyandang status Sarjana Psikologi. Alhamdulillah.

Postingan ini gue buat sebagai salah satu bentuk rasa syukur gue setelah kurang lebih 8 bulan berjuang menyelesaikan skripsi dengan judul “Hubungan antara Dukungan Sosial dari Pengasuh dan Teman Sebaya dengan Self-esteem pada Remaja di Panti Asuhan.” >> bakal kangen nih sama judul ini fufufu.

Heeem postingan ini semacam nostalgia kali yaa. Sembari gue menyampaikan rasa terima kasih gue kepada orang-orang yang telah mendukung dan membantu gue, gue sambil mengingat-ingat momen kebersamaan gue dengan mereka selama gue nyusun skripsweet :* Yaah berhubung kata pengantar di skripsi harus formal dan terbatas, jadi di sini aja ya gue sampaikan dengan frontal berjuta rasa terima kasih gue.

pray :)

Minggu, 13 Oktober 2013

I forever pray that you find what you seek.
May you find peace in your every endeavour in this worldly life.
And most of all, I pray that you are granted Paradise with all those you love, where you never have to shed a tear again.

di sebuah kota

Minggu, 06 Oktober 2013

Aku duduk diam di sudut kamar. Sekali lagi kamar ini akan aku tinggalkan. Dengan cerita dan tujuan yang berbeda.

"Mbak, kamu yakin mau pergi lagi?"

Aku terkesiap. Seketika lamunanku buyar ketika mendengar suara Tyas.

"Aku rasa tempatku sekarang bukan di sini. Mungkin beberapa tahun lagi aku baru bisa tinggal di rumah lagi, Yas."
"Kamu mau berpetualang lagi ya, mbak?"

Aku tertawa mendengar pertanyaan polos Tyas.

"Aku belum dapat apa yang aku mau, Yas. Tapi kali ini aku punya firasat, aku akan menemukan apa yang aku cari."

Aku tak sadar kalau raut wajahku benar-benar berbinar ketika mengatakannya kalau Tyas tidak mengarahkan wajahku ke depan cermin.

"Lihat deh, mbak, wajahmu itu loh. Mesam mesem. Awas kalo pulang ndak bawa apa-apa."

Pipiku bersemu saking bersemangatnya. Entah kenapa, kali ini aku yakin. Berbeda dengan perasaan sebelumnya.

Jodoh: Memilih atau Dipilih

Kamis, 18 Juli 2013

Bersama Salim A Fillah
~Sebuah Ringkasan~

Pertama
Satu hal yang seringkali dilupakan oleh banyak wanita adalah bahwa kemuliaan wanita tidak bergantung pada laki-laki yang mendampinginya.
Tahu darimana? Allah meletakkan nama dua wanita mulia dalam Al Quran, Maryam dan Asiyah. Kita tahu, Maryam adalah wanita suci yang tidak memiliki suami dan Asiyah adalah istri dari manusia yang sangat durhaka, Firaun. Apakah status itu mengurangi kemuliaan mereka? No!
Itulah mengapa, bagi wanita di zaman Rasulullah dulu, yang terpenting bukan mendapat jodoh di dunia atau tidak, melainkan bagaimana memperoleh kemuliaan di sisi Allah.

Kedua
Bicara jodoh adalah bicara tentang hal yang jauh: akhirat, surga, ridha Allah, bukan semata-mata dunia.

Ketiga
Jodoh itu sudah tertulis. Tidak akan tertukar. Yang kemudian menjadi ujian bagi kita adalah bagaimana cara menjemputnya. Beda cara, beda rasa. Dan tentu saja, beda keberkahannya.

Keempat
Dalam hal rezeki, urusan kita adalah bekerja. Soal Allah mau meletakkan rezeki itu dimana, itu terserah Allah. Begitupun jodoh, urusan kita adalah ikhtiar. Soal Allah mau mempertemukan dimana, itu terserah Allah.

Kelima
Cara Allah memberi jodoh tergantung cara kita menjemputnya. Satu hal yang Allah janjikan, bahwa yang baik untuk yang baik. Maka, mengupayakan kebaikan diri adalah hal utama dalam ikhtiar menjemput jodoh.

cinta untuk-Mu

Senin, 10 Juni 2013

hakikatnya, jatuh cintalah pada akhlak dan akidah seseorang.
kau hidup bukan untuknya, tapi untuk pemilik hatinya.
kau hidup bukan untuk memperoleh kasih sayangnya, tapi untuk meraih ridho-Nya.
dengan cara yang benar dan dihalalkan, kau akan merasakan apa itu makna cinta.
karena kau perlu tahu, cinta itu bukan janji manusia yang hadirnya perlu menunggu untuk ditepati.
cinta itu janji Allah, janji-Nya yang telah ditepati untuk hamba-Nya yang Ia ridhoi.

"A woman’s heart should be so close to Allah that a man has to seek Him just to find her.

Ya Allah, if I am to fall in love, let me touch the heart of someone whose heart is attached to you."

karena kita berbeda

Jumat, 31 Mei 2013

Aku memesan segelas kopi untuk menemaniku menunggumu malam ini. Malam yang tidak terlalu dingin, tapi aku tetap merapatkan jaketku. Gerimis. Aku masih menunggu meskipun kamu bilang kamu tidak janji bisa datang. Entahlah, firasatku mengeja hari ini kamu akan datang.

Kamu pernah mengalami ini? Ketika kamu memikirkan seseorang, beberapa orang yang kamu temui terlihat seperti orang yang sedang kamu pikirkan, atau bahkan kamu rindukan. Malam ini aku seperti itu. Beberapa orang yang sedang berjalan, baru datang, dan bahkan ada orang yang tengah asyik mengobrol dengan teman atau pasangannya aku lihat seperti kamu. Ada seseorang yang penampilannya sangat mirip denganmu. Aku sempat terdiam sejenak. Memastikan penglihatanku bahwa itu adalah kamu. Tapi setelah aku menyipitkan mataku, itu bukan kamu. Aku menghela nafas. Dan tepat ketika aku menoleh ke arah pintu masuk, ada kamu. Aku tidak perlu berpikir dua kali untuk memastikan kalau itu adalah kamu. Caramu berjalan dan caramu berpakaian sudah membuatku yakin. Tepat ketika itu, kamu melihat ke arahku. Kamu melambaikan tangan dan aku pun membalasnya. Sesederhana itu aku merasa senang karena firasatku sedang tidak salah.

Kamu mengulurkan tanganmu, tepat di hadapanku. Aku bingung. Dalam aturan agamaku, tidak ada yang namanya berjabat tangan dengan lelaki yang bukan mahramnya. Aku tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan padamu. Aku pun menjabat tanganmu. Dosa. Aku hanya bergumam dalam hati, berharap Tuhan mau memaklumi meskipun aku tahu ini bukan perkara yang bisa dimaklumi.

tentang rasa

Kamis, 04 April 2013

Suatu sore. Di sebuah ruang kerja. Secangkir kopi yang sudah dingin terhidang di meja. Isinya tinggal separuh.

Seorang lelaki berkacamata duduk sambil menghadap layar laptopnya. Wajahnya berseri. Jari jemarinya dengan lincah bergerak berpindah dari satu huruf ke huruf lain, menghasilkan sederet tulisan yang tiada henti berpindah ke barisan selanjutnya. Sesekali ia diam sambil menyimak baik-baik lirik lagu yang diputar dari laptopnya. Senyum tersungging. Sesekali pula ia ikut menyanyikan lagu yang ia dengar.

Seorang perempuan berkacamata menghampiri meja lelaki itu sambil meletakkan sepiring puding coklat. Lelaki itu melirik puding itu sejenak. Puding itu terlihat manis bersanding dengan cangkir kopinya. Ia pun tersenyum ke arah perempuan tadi yang sudah duduk di sampingnya.

"Kamu buatin aku puding lagi?"
"Bosan ya?"
"Ga. Aku suka. Kalau bosan, aku boleh bilang kan?"

sebuah cerita

4 April 2012.

Pertama ketemu dia, ga sengaja. Singkat cerita, waktu itu gue ke fakultasnya dan ketemu dia dan temennya lagi duduk manis. Ga tau ngerjain apa, mereka sibuk di depan laptopnya masing-masing, ada tugas kuliah mungkin, atau ngerjain skripsi. Waktu itu ga jelas sih mukanya, soalnya dia pake masker. Tapi ga tau yaa kenapa, gue tertarik. Entah feeling, entah intuisi, entah apa, di pikiran gue saat itu: "Iih cowok ini kok lucu yaa, cool, gue suka." Dan gue merhatiin dia. Physically, dia tipe gue. Casual dan nyantai, berkacamata. Manis (tau dari mane lo mukanya aja ketutup masker). Ahahahaha. Yaa intinya love at first sight (males sih pake istilah ini, norak, tapi yaa gimana emang gitu -__-)
Kedua kali ketemu, sempet ngomong sama dia. Yah, walaupun cuma sedikit doang, selebihnya cuma bisa ngeliat dia pergi. Ga tau kapan bisa ketemu lagi dan ga nyangka ada kesempatan untuk kenal dan ngobrol sama dia.

Lagi-lagi ceritanya disingkat. Gue berhasil kenalan sama dia dan ternyata orangnya baik banget, asik, supel, dan nyambung ngobrol sama dia. Meskipun baru kenal, dia welcome dan baik. Dia banyak bantuin gue. Okee, makin naksir. Hahaha.

Sebulan, dua bulan, tiga bulan, dan seterusnya sampai akhir tahun 2012. Gue kadang berkomunikasi sama dia, kadang ga. Soalnya kadang dia ngehubungin, kadang ga. Gue sih ogah ngehubungin duluan. Masih jaim cuy. Hahaha. Padahal dalem hati, kangen banget.

:")

Jumat, 07 Desember 2012

A: "Kalo lo nangisin seseorang, itu artinya orang itu berharga banget untuk lo."
N: "Nangis yang gimana?"
A: *mikir* "Yaa... nangis."
N: "Lo pernah nangis gara-gara cowok?"
A: "Pernah." *bangga banget*
N: "Siapa aja yang pernah lo tangisin?"
A: "Mister R, ... ... ...." *nginget-nginget*
N: "Udah, dia doang?"
A: *masih mikir: kayaknya banyak*
........................
A: *speechless* "Iyaa, cuma dia ternyata cowok yang pernah gue tangisin."
J: "Dulu yaa nangisinnya? Kapan terakhir?"
A: *nginget-nginget lagi*
     "Waktu SMP, SMA juga pernah, bahkan kuliah pun kadang gue masih nangisin dia." *miris*

Kayaknya selama ini gue sering deh nangis gara-gara cowok, tapi ternyata ga, perasaan gue doang. Mimpi kali yaa gue? Ternyata kalaupun selama ini gue sering nangis, yaa alasannya cuma 1, yaa si mister R itu *geleng-geleng kepala* *lanjut main tab*

ketika aku mengingat(duka)nya

Jumat, 05 Oktober 2012

aku ingin mengajakmu bergerak, menari, dan menggenggam tanganmu.
kakimu mungkin masih bisa berpijak, tetapi hatimu tampak rapuh.
kau tahu, hati adalah kekuatan tersembunyi yang membuatmu mau melihat dunia.
ada matahari, tidak selamanya gelap.
bahkan malam pun masih mengizinkan matahari untuk bekerja.
aku percaya, kau bisa keluar dari tempat persembunyianmu.
untuk menyapa pagi, siang, dan malam, yang kau bilang semuanya kusam.
mereka berbeda, kau tahu itu, lebih dulu daripada aku.
ada pagi yang bisa membuatmu merangkai mimpi,
ada siang yang bisa membuatmu bergerak,
ada malam yang bisa membuatmu bersyukur.
kau kuat.
bukan lemah yang membuatmu bertahan sampai saat ini.
jadi, bergeraklah. menari sampai kau terjatuh.
dan kau akan tahu caranya untuk berdiri kembali :)

#AR

GSM

Kamis, 30 Agustus 2012


#3 
Suatu petang, 30 Agustus 2012, 18.26
Seorang teman bercerita tentang kisah cintanya. Singkatnya, dia dan mantannya masih saling sayang, tapi cintanya ga bisa bersatu (aduh bahasa gue aduhai banget yaa, biarlah :p) karena orang tua salah satu pihak ga setuju. Sebut saja temen gue itu Mei. Mei bilang, meskipun mereka udah putus, mereka masih berhubungan, layaknya orang pacaran. Mei pengen banget bisa lepas dari mantannya, sebut saja Dito. Meskipun dia masih sayang, tapi kan susah yaa untuk balikan lagi karena kecil kemungkinannya untuk direstui.
Mei udah coba untuk lepas dan menjauh dari Dito, tapi yg ada dia malah jadi ga konsentrasi belajar dan kuliah, jadi hobi hedon, dan lain-lain, yg intinya bukannya jadi lebih baik, tapi malah kesehariannya jadi makin ga keruan.

A : “Segitunya?”
M : “Iyaa. Gue juga ga tau kenapa bisa kayak gitu.”
A : “Dia itu candu yaa.”
M : “Mungkin.”
A : “Ganti sinyal dong lo, masak GSM mulu.”
M : “Apaan GSM?”
A : “Gerakan Susah Move On. Ahahahaha.”
*dalam hati: candu? mengganggu. ada yaa yg kayak begini. syukur gue belum pernah ngerasain. tapi justru karena gue belum pernah ngerasain, gue jadi bingung kenapa bisa begitu.*

M : “Gue mau cari kenalan cowok sebanyak-banyaknya. Biar bisa move on.”
A : “Ga gitu juga kali, bukan move on itu, tapi escape, melarikan diri. Gue pernah denger, seharusnya lo selesain dulu masalah lo, sembuhin luka lo, baru cari yg lain.”
M : “Ga bisa kayaknya. Gue harus nemuin yg lain, baru bisa move on.”
A : *dalam hati masih ga setuju* “Beneran harus ada cowok lain dulu nih?”
M : “Sebenernya dengan ketemu Dito, baru gue bisa tenang.”
A : *dalam hati: candu !* *mencoba bermain analogi* “Dia itu obat. Ceritanya, lo sakit dan cuma dengan obat itu lo bisa sembuh. Tapi obatnya mahal dan lo ga punya uang untuk beli obat itu. Harus gimana?”

R

Inget salah satu twit mister R: “Masa lalu itu kayak bayangan, selalu ngikutin.”
Lo ga tau yaa, kalo lo jadi semacam bayangan untuk seseorang di sini :’)

Tentang R, satu hal yg gue sesali adalah bukan karena gue ga pernah bisa bareng sama dia, tapi kenapa dulu gue ga peka sama apa yg dia tunjukkin ke gue. Udah, itu ajaa kok.
Nyeselnya kebawa-bawa sampe sekarang. Efeknya maha dahsyat begini --“
Seandainya bisa, gue akan bilang tentang apa yg sebenernya gue rasain ke dia dulu. Dia denger dan akhirnya tau, udah cukup. That’s enough. Harapan gue sederhana, mungkin dengan begitu, gue ga akan merasa bersalah dan inget-inget dia lagi. Just it.
Kalo tentang apa yg gue rasain ke dia sampai saat ini, kayaknya dia ga perlu tau. Udah bukan urusan dia :))

Dari apa yg terjadi antara gue dengan R, gue belajar sesuatu. Kayak apa yg orang-orang sering bilang, kita baru sadar kalau sesuatu itu berharga, setelah sesuatu itu pergi dan hilang dari sisi kita. Buat gue, sesuatu itu elo, mister R :))

From twitter, BestFilmQuotes: “I’ll tell you the greatest regret of my life: I let my love go.” – Magnolia (1999)

Lagu ini, cocok kayaknya, soalnya setiap gue denger, inget elo, R :p
The One That Got Away – Katy Perry / Boyce Avenue
(baik versi KatPer atau covernya gue suka, apalagi elo, gue suka banget #eeh #mendadakgombal ~ Ahahahahahaha :p)

Obsesi

#2

Sore hari, 30 Agustus 2012, 16.40
Sore itu gue lagi ngobrol-ngobrol di grup bbm sama anak-anak SR. Awalnya kita ngobrolin Clara yg baru ajaa jadian. Congrats yaa mbak Cla, semoga langgeng dan bahagia selalu :))
As usual, sebagai jomblo ting ting gue minta didoain biar cepet nyusul. Ahahahaha. Ini udah bukan kode lagi, ini statement yg blak-blakan. Hahaha.
Dan muncullah gosip lama jaman SMP, tentang gue dan mister R (aah sumpah pengen mention namanya, tapi sudahlah).

C : “Maunya siapa?”
O : “R maunya R !”
A : *dalam hati: aah nama dia selalu disebut* “R itu obsesi terbesar dalam hidup gue. Mau sampe kapan juga gue maunya sama R. Meskipun udah beberapa tahun yg lalu dan gue pernah sama yg lain, R itu selalu ada.” *melirik hati: dia selalu ada di sini.*
C : “Ngoook.”
A : “R itu candu, kekal.”
O : “Capture kali, terus kirim ke orangnya.”
A : “Eeh plis jangan. Tapi gue serius loh ini, tapi jangan dicapture juga. Gue lagi curhat ini ceritanya.”
O : “Ciee ayuu, asik. Lagi dong curhatnya.”
C : “Ayuuuuu *emot pukpuk*”
A : *terharu* “Tapi gue tau, gue ngerasanya sampai kapan juga gue ga akan ada apa-apa sama R. Dia cuma first love gue, cinta monyet gue, tapi gue inget dia terus.”
G : “Yu, mindset is doa.”
A : “Maksudnya?”
G : “Kalo dia obsesi lo, lo harus semangat.”
A : “Gue mau cari yg lain, bukan R. Jadi, dia obsesi yg ga akan gue kejar ;)”

Jadi intinya, gue suka R. Sampai nanti juga kayaknya gue akan selalu inget dia. Tapi gue ga mau mengejar dia. Kalaupun suatu hari nanti gue dan dia ketemu lagi dan akhirnya gue bareng dia, berarti memang udah jodoh dan takdirnya. Seperti kata seorang teman, di situ tangan Tuhan yg bergerak.
Kalau berbicara tentang tipikal seperti apa yg gue mau untuk gue jadikan pacar, atau bahkan calon suami, jujur bukan R orangnya. Tapi kalau takdir, yaa sudah. Untuk saat ini, gue mau cari yg lain. Sekian.

H : *tau-tau nongol* Ibarat hati, setengah hati gue udah ke-block sama mister Z. Setengahnya baru bisa terbuka untuk yg lain. Jadi, setengahnya itu ga bisa diganggu gugat. Mau pacaran sama siapapun, tetep masih ada tempat untuk Z.”
A : “Nah ini lagi. Si H ini kasusnya sama apa beda nih sama gue?”
H : “Sama, Yu *emot peluk*”
A : *dalam hati: aah d*mn, segitu besarnya pengaruh dua orang di masa lalu itu untuk kita sekarang yaa, H.*

i feel it too, i guess

Minggu, 26 Agustus 2012

siang ini, ceritanya mau ngerampok mama (baca: belanja) :p
masuk lah gue ke sebuah toko pernak-pernik lucu. as usual, ada lagu-lagu yg diputar untuk menghibur pengunjung.
deg. bukannya terhibur, gue langsung ngerasa sedih. adegannya kayak di film-film. bayangin deh, ada backsound lagu galau, gue dengan tampang sendu terdiam sambil ada sekilas cerita berputar di benak gue. yaa, kira-kira begitulah.

the main point of this post is the sad story behind that song.
awalnya lagu ini terdengar biasa. tapi semenjak gue tau kalo lagu ini mewakili perasaan seseorang, gue jadi tertarik untuk dengerin lagu ini dan mencoba memahami arti di balik liriknya.
rasanya dikhianati kan sakit yaa, eem, mungkin gue belum pernah merasakan hal itu, apalagi dikhianati sama orang yg gue sayang. entah kenapa, denger lagu ini dan membayangkan gimana perasaan orang itu ketika dia merasa sakit hati, gue... sedih.
sebegitu sayangnya dia sama orang itu? sebegitu berharapnya dia sama orang itu? sebegitu susahnya dia menerima kalau dia ditinggalkan?
okee, itu pertanyaan bodoh. yaa lo pikir ajaa yu, kalo lo sayang sama orang, berharap orang itu tetep sama lo sampai nanti, dan tiba-tiba dia pergi dari lo, memangnya ga sakit?
ibaratnya, lo punya motor kesayangan yg lo pake ke mana-mana setiap hari. ga bisa kalo ga naik motor. tiba-tiba motor lo dirampok orang terus hilang. lo ga punya motor lagi, lo ga bisa pergi dengan bebas, lo kehilangan sesuatu yg berharga banget buat lo (ga bermaksud menyamakan pasangan sama motor, jelas beda, tapi yaa intinya gitu deh).

di balik pertanyaan bodoh gue itu, gue peduli. gue ngerasa, eem, apa yaa, mungkin gue belum pernah mengalami rasanya dikhianati (as I said before), tapi gue merasa gue tau rasanya. gue cukup membayangkan, dia, dengan semua harapan yg dia punya, dengan perasaan yg dia jaga, dengan rasa sayang yg cuma untuk orang itu.
marah, kecewa, berharap, sedih, menyesal, kesel, tapi masih sayang. berat ketika ada dua hal yg bertentangan ada di dalam diri kita. dilema. mana yg mau lebih dirasakan, kita ga bisa atur itu.

intinya, gue ikut sedih setiap denger lagu itu. satu nama, satu wajah, satu cerita. entah yaa, gue ga pernah tau cerita sebenarnya gimana. tapi yang pasti, gue ikut merasakan, meskipun gue ga tau pasti, apa yg gue rasain. mungkin ga sama persis, tapi gue mencoba untuk memahami.

cepatlah sembuh, hati :))

Diam

Sabtu, 25 Agustus 2012

masih diam
mungkin masih menunggu tanda
bagaimana mau bergerak
kalau jalan tidak terbuka
hendak lewat mana
buntu

ingat kata seseorang
orang itu mengingatkan temanku
kalau ada tembok dan dia menghalangi
mau terus majukah?
kalau iya, memang bisa?
itu tembok, kokoh, sulit

kalau begitu, harus mundur?
ya !

temanku diam
dia ragu
saya tahu yang harus saya lakukan adalah mundur
tapi saya lebih memilih untuk diam
terus diam dan memandangi tembok itu

aku pikir, kalau aku ada di posisi yang sama
aku juga akan lebih memilih untuk diam
tidak untuk sejenak
tapi cukup lama
hanya untuk memandangi tembok itu
diam, ya, hanya diam
tidak maju, tidak pula beranjak untuk pergi

- tulisan ini seharusnya diposting pada 24 Agustus 2012 :))
ketika saya masih *some text missing* :p

23082012

Kamis, 23 Agustus 2012

akan ada satu waktu di mana
yang teringat adalah memori di masa lalu
seperti pemutaran film
ada objek, adegan, dialog
semuanya membentuk cerita
cerita yang dibiarkan berlalu
tanpa ada kata-kata yang diungkap untuk membuat endingnya
hebatnya, perasaan ikut bermain
hati seakan tidak ingin melewatkan momen ini begitu saja
ia ingin kembali seperti dulu
memainkan perannya yang dulu
ketika masih ada harapan
ketika masih ada kesempatan untuk mengubah akhir cerita

malam hari,
saat kata perpisahan diucapkan
artinya semuanya harus kembali pada tempatnya
mengingat ini dunia nyata
yang harus dihadapi adalah realita
bukannya kenangan masa lalu yang sudah menemukan masa depannya

tapi tetap,
berterima kasihlah untuk hari itu
suatu saat,
akan ada waktu
dimana hati bosan menjalani perannya yang dulu