S.Psi.

Senin, 21 Oktober 2013



Mau berbagi kebahagiaan :) Alhamdulillah, finally S.Psi. Hahay :P

Tepatnya hari Kamis, 17 Oktober 2013 kemarin, lupa jam berapanya (sekitar jam 11.30 kali yak), gue resmi menyandang status Sarjana Psikologi. Alhamdulillah.

Postingan ini gue buat sebagai salah satu bentuk rasa syukur gue setelah kurang lebih 8 bulan berjuang menyelesaikan skripsi dengan judul “Hubungan antara Dukungan Sosial dari Pengasuh dan Teman Sebaya dengan Self-esteem pada Remaja di Panti Asuhan.” >> bakal kangen nih sama judul ini fufufu.

Heeem postingan ini semacam nostalgia kali yaa. Sembari gue menyampaikan rasa terima kasih gue kepada orang-orang yang telah mendukung dan membantu gue, gue sambil mengingat-ingat momen kebersamaan gue dengan mereka selama gue nyusun skripsweet :* Yaah berhubung kata pengantar di skripsi harus formal dan terbatas, jadi di sini aja ya gue sampaikan dengan frontal berjuta rasa terima kasih gue.

our strength, oh Allah

Minggu, 13 Oktober 2013

At times you may think everything is going wrong, yet you don’t realize that Allah is setting everything right.
I know you feel worn and tired. I know you’re tired of failing.
Rest, but don’t stop. You can do this. You got this.
Not because you’re strong, but because Allah is you’re strength.


When Allah wants it to happen, it surely happen in the most beautiful plan ever. 
Not forgetting Istikharah, Effort, Tawakkal, and Dua.

:))
untuk aku. kalian. kita.
orang-orang tersayang yang InsyaAllah berada dalam dekapan Allah SWT.

pray :)

I forever pray that you find what you seek.
May you find peace in your every endeavour in this worldly life.
And most of all, I pray that you are granted Paradise with all those you love, where you never have to shed a tear again.

kacau

Beberapa hari ini gue merasa hari-hari gue kacau. Entah sedikit atau banyak. Yang gue rasain, gue ga nyaman, gue ga tenang, dan cukup membuat gue bad mood. Maaf untuk beberapa orang yang kena imbasnya :(

Karena skripsi? Iya, salah satunya. Sebenernya bukan ini juga masalah utamanya. Gue masih bisa handle kok.
Kerjaan lain? Iya, salah satunya. So far, bisa gue handle juga.

Mikirin masalah orang lain? Iya, salah satunya. Ini, heem, gue ga yakin gue bisa bilang gue mampu handle. Gue ga bisa melakukan apa-apa selain menenangkan dan mendoakan. Gue tau, untuk beberapa masalah dan untuk beberapa orang, didengarkan dan ditenangkan, apalagi didoakan, that's enough. Tapi entah kenapa gue tetap merasa gue belum bisa melakukan sesuatu yang bermakna untuk orang-orang terdekat gue yang lagi bermasalah. Gue sedih melihat mereka sedih, dan makin sedih karena gue belum bisa bantu meringankan beban mereka. Mungkin ini salah satu yang bikin psikis gue jadi ga nyaman. Terlalu perasa, terlalu pemikir. Ketika ga bisa berbuat apa-apa, sedih sendiri :(

Keinginan untuk jadi orang baik dan sempurna yang bisa membantu dan menyenangkan hati orang lain? Kalau ini, gue curiga ini yang bikin gue sering uring-uringan sendiri. Ini tuh bukan masalah Yu, seharusnya. Tapi gue sendiri yang menjadikan ini masalah, bahkan pressure untuk diri gue sendiri. Gue pengen banget bisa bantu orang lain, tapi kadang suka ga sadar sama kemampuan sendiri sih. Kadang gue juga punya masalah, tapi paling ga bisa kalo ga ikutan mikirin masalah orang lain. Pengen bantuin, ga mau dibilang egois, tapi jadinya pusing sendiri. Sekalinya bilang lagi pengen sendiri, ngerasa jadi orang egois, ga punya empati, ga bisa diandalkan, feeling guilty, ngerasa jahat sama diri dan temen sendiri. Berlebihan ya? Memang iya, tapi memang gitu. Hmph.

di sebuah kota

Minggu, 06 Oktober 2013

Aku duduk diam di sudut kamar. Sekali lagi kamar ini akan aku tinggalkan. Dengan cerita dan tujuan yang berbeda.

"Mbak, kamu yakin mau pergi lagi?"

Aku terkesiap. Seketika lamunanku buyar ketika mendengar suara Tyas.

"Aku rasa tempatku sekarang bukan di sini. Mungkin beberapa tahun lagi aku baru bisa tinggal di rumah lagi, Yas."
"Kamu mau berpetualang lagi ya, mbak?"

Aku tertawa mendengar pertanyaan polos Tyas.

"Aku belum dapat apa yang aku mau, Yas. Tapi kali ini aku punya firasat, aku akan menemukan apa yang aku cari."

Aku tak sadar kalau raut wajahku benar-benar berbinar ketika mengatakannya kalau Tyas tidak mengarahkan wajahku ke depan cermin.

"Lihat deh, mbak, wajahmu itu loh. Mesam mesem. Awas kalo pulang ndak bawa apa-apa."

Pipiku bersemu saking bersemangatnya. Entah kenapa, kali ini aku yakin. Berbeda dengan perasaan sebelumnya.

Yang Maha Pengampun

Jumat, 27 September 2013

Dari Anas dia berkata:
Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau. Aku tidak peduli berapapun banyaknya dan besarnya dosamu.
Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu sebanyak awan di langit, kemudian engkau minta ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni engkau.
Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku dengan tidak menyekutukan Aku sedikitpun, maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan."

HR Muslim (Hadist Arbain no 42)

Jodoh: Memilih atau Dipilih

Kamis, 18 Juli 2013

Bersama Salim A Fillah
~Sebuah Ringkasan~

Pertama
Satu hal yang seringkali dilupakan oleh banyak wanita adalah bahwa kemuliaan wanita tidak bergantung pada laki-laki yang mendampinginya.
Tahu darimana? Allah meletakkan nama dua wanita mulia dalam Al Quran, Maryam dan Asiyah. Kita tahu, Maryam adalah wanita suci yang tidak memiliki suami dan Asiyah adalah istri dari manusia yang sangat durhaka, Firaun. Apakah status itu mengurangi kemuliaan mereka? No!
Itulah mengapa, bagi wanita di zaman Rasulullah dulu, yang terpenting bukan mendapat jodoh di dunia atau tidak, melainkan bagaimana memperoleh kemuliaan di sisi Allah.

Kedua
Bicara jodoh adalah bicara tentang hal yang jauh: akhirat, surga, ridha Allah, bukan semata-mata dunia.

Ketiga
Jodoh itu sudah tertulis. Tidak akan tertukar. Yang kemudian menjadi ujian bagi kita adalah bagaimana cara menjemputnya. Beda cara, beda rasa. Dan tentu saja, beda keberkahannya.

Keempat
Dalam hal rezeki, urusan kita adalah bekerja. Soal Allah mau meletakkan rezeki itu dimana, itu terserah Allah. Begitupun jodoh, urusan kita adalah ikhtiar. Soal Allah mau mempertemukan dimana, itu terserah Allah.

Kelima
Cara Allah memberi jodoh tergantung cara kita menjemputnya. Satu hal yang Allah janjikan, bahwa yang baik untuk yang baik. Maka, mengupayakan kebaikan diri adalah hal utama dalam ikhtiar menjemput jodoh.

(masih) tentang kita

Rabu, 03 Juli 2013

Baru balik banget dari liburan angkatan 2009. Awalnya ga berpikir gue akan kembali terlibat ngurusin kumpul-kumpul ini karena tahun lalu gue ngerasa susah banget ngumpulin 2009. Apalagi sekarang kan udah pada sibuk masing-masing, apalagi ngurusin skripsi. Makin deh, pada mencar-mencar. Gue lupa awalnya gimana. Pokoknya tiba-tiba gue semangat untuk bikin acara angkatan. Yah meskipun waktu 3rd anniversary-nya 2009 kita ga bisa ngumpul dan ngerayain ultah bareng, tapi gue berharap itu bisa terganti di acara liburan angkatan ini.

Kalau soal sibuk, dipikir-pikir dan dirasa-rasa, gue juga punya kesibukan sendiri. Tapi gue kangen banget 2009 bisa ngumpul bareng lagi, nyanyi-nyanyi, joget-joget, foto-foto, ketawa-ketawa, sharing-sharing. Semua momen yang 2009 banget deh pokoknya :" Akhirnya kalau gue boleh bilang, ini persembahan terakhir gue untuk angkatan gue, temen-temen yang gue sayang, sebelum kita pisah dan jalan masing-masing. Alhamdulillah, banyak teman lain yang juga semangat untuk bikin acara liburan angkatan ini jadi. Dan akhirnya memang jadi !

because we are Muslimah

Kamis, 13 Juni 2013


karena menjadi seorang Muslimah itu begitu spesial :))

kawan terbaik

Selasa, 11 Juni 2013

kawan terbaik adalah:
- seseorang yang dengan melihatnya mengingatkan kita kepada Allah
- seseorang yang dengan perkataannya bertambah amal kebaikan kita
- seseorang yang dengan amal-amalnya mengingatkan kita kepada akhirat

(disarikan dari HR. Abu Ya'la)

sedikit renungan..
sejauh ini, Alhamdulillah saya dikelilingi oleh teman-teman seperti di atas.
tapi berkaca pada diri saya sendiri, sudahkah saya mengingatkan teman-teman saya lewat kebaikan dan amalan yang saya perbuat?

cinta untuk-Mu

Senin, 10 Juni 2013

hakikatnya, jatuh cintalah pada akhlak dan akidah seseorang.
kau hidup bukan untuknya, tapi untuk pemilik hatinya.
kau hidup bukan untuk memperoleh kasih sayangnya, tapi untuk meraih ridho-Nya.
dengan cara yang benar dan dihalalkan, kau akan merasakan apa itu makna cinta.
karena kau perlu tahu, cinta itu bukan janji manusia yang hadirnya perlu menunggu untuk ditepati.
cinta itu janji Allah, janji-Nya yang telah ditepati untuk hamba-Nya yang Ia ridhoi.

"A woman’s heart should be so close to Allah that a man has to seek Him just to find her.

Ya Allah, if I am to fall in love, let me touch the heart of someone whose heart is attached to you."

karena kita berbeda

Jumat, 31 Mei 2013

Aku memesan segelas kopi untuk menemaniku menunggumu malam ini. Malam yang tidak terlalu dingin, tapi aku tetap merapatkan jaketku. Gerimis. Aku masih menunggu meskipun kamu bilang kamu tidak janji bisa datang. Entahlah, firasatku mengeja hari ini kamu akan datang.

Kamu pernah mengalami ini? Ketika kamu memikirkan seseorang, beberapa orang yang kamu temui terlihat seperti orang yang sedang kamu pikirkan, atau bahkan kamu rindukan. Malam ini aku seperti itu. Beberapa orang yang sedang berjalan, baru datang, dan bahkan ada orang yang tengah asyik mengobrol dengan teman atau pasangannya aku lihat seperti kamu. Ada seseorang yang penampilannya sangat mirip denganmu. Aku sempat terdiam sejenak. Memastikan penglihatanku bahwa itu adalah kamu. Tapi setelah aku menyipitkan mataku, itu bukan kamu. Aku menghela nafas. Dan tepat ketika aku menoleh ke arah pintu masuk, ada kamu. Aku tidak perlu berpikir dua kali untuk memastikan kalau itu adalah kamu. Caramu berjalan dan caramu berpakaian sudah membuatku yakin. Tepat ketika itu, kamu melihat ke arahku. Kamu melambaikan tangan dan aku pun membalasnya. Sesederhana itu aku merasa senang karena firasatku sedang tidak salah.

Kamu mengulurkan tanganmu, tepat di hadapanku. Aku bingung. Dalam aturan agamaku, tidak ada yang namanya berjabat tangan dengan lelaki yang bukan mahramnya. Aku tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan padamu. Aku pun menjabat tanganmu. Dosa. Aku hanya bergumam dalam hati, berharap Tuhan mau memaklumi meskipun aku tahu ini bukan perkara yang bisa dimaklumi.

mendadak ngegames :P

Sabtu, 25 Mei 2013

Mau cerita pengalaman kocak dan memalukan hari Sabtu kemarin, tanggal 20 April 2013. Ceritanya gue dan dua bocah lain, sebut saja Fully dan Febri a.k.a Bebri, main ke Bandung. Plan awal kita, kita mau k Job Fair di Braga, ngegaul di Sugar Rush, terus ke BEC, terus balik ke Nangor.

Gue sama Bebri janjian di Pangdam jam 9 dan ternyata Nangor lagi macet karena Rancaekek banjir. Jadi aja gue dan Bebri kejebak macet di damri sepanjang jalan dari Pangdam ke pintu tol Cileunyi, 1 jam guys. It's okaylah, soalnya itu masih pagi dan kita juga ga buru-buru. Lagian sepanjang jalan juga gue ama Bebri banyak cerita-cerita, jadi meskipun macet ga kerasa ngebetein. Dan untungnya gue bawa perbekalan: roti tawar coklat satu bungkus, jajanan Verina, dan minum. So far, kehidupan perut kami selama macet terjamin :D Alhamdulillah.

Kita janjian sama Fully di Togamas karena rumah bocah itu di deket sana. Sambil nunggu Fully kita liat-liat buku sebentar. Terus Fully dateng deh. Kita b3 langsung capcus ke Landmark Braga naik angkot.

Sampai di sana, kita beli tiket dan masuk ke dalem. Rame. Dan untuk gue yang baru pertama kali dateng k jobfair macam itu, kaget aja. Gini yaa perjuangan orang cari kerja, jadi takut. Tapi udahlah, itu urusan nanti. Gue ke situ cuma mau liat-liat doang. Hehehe. Tapi ini jadi pengalaman banget kalo next time gue dateng ke jobfair lagi.

Puas keliling-keliling dan setelah Fully masukin CV ke salah satu stand, kita berencana makan di BIP karena udah laper banget. Nah, pas mau pulang, pas banget di jobfair itu ada panggung dan ada MCnya lagi mandu games. Kita b3 yang kebetulan lewat berhenti sebentar untuk ngeliat, ada games apaan sih. Nah, si MCnya nyamperin, tapi gue ama Bebri cengar cengir doang karena kita emang ga mau ikutan. Kalo gue mikirnya: "Duh, malu banget sih naik ke panggung, diliatin orang-orang. Ntar kalo gue aneh-aneh, diketawain lagi. Ga banget deh." Meskipun dalam hati penasaran juga, hadiahnya apa sih. Hahaha. Tapi tetep aja, gue lebih milih jadi penonton daripada yang ditonton.

teruntuk hijabku :)

Kamis, 23 Mei 2013

Barusan liat foto-foto gue di facebook, lumayan banyak yaa hehe. Dari yang canded sampe yang gue aktif pasang pose, semuanya cantik-cantik *loh. Hahaha. Bukan ini main pointnya. Tapiii, gue liat-liat lagi foto gue beberapa bulan yang lalu ketika gue masih pake celana jeans. Iyaa, celana jeans, yang sekarang gue biarin di lemari. Kasian mereka, ndak bisa lihat matahari dan jalan-jalan ke kampus *apa deh*

Gue jadi inget, dulu ada temen gue yang nulis di tumblrnya tentang pengalaman dia membongkar habis-habisan isi lemarinya yang kebanyakan isinya skinny jeans dan baju aneka model. Maklum, anaknya memang stylist banget. Dia berjilbab, tapi yaa gitu, jilbabnya abal-abal. Duuuh, sebenernya sih ga boleh yaa menilai orang lain seperti itu. Tapi kalau sepemahaman gue berdasarkan apa yang gue pelajari di agama Islam, jilbab yang seperti itu yang diharuskan. Diharuskan untuk ditinggalkan maksudnya :) Gue pun sama kayak dia, jilbabnya abal-abal juga, dulu :P

Balik lagi yaa ke tulisan temen gue itu. Di situ dia bilang mau berubah dan mengikhlaskan isi lemari dan hijab-hijabnya yang model baru untuk diasingkan. Gue ga tau ke mana. Yaa ga pentinglah. Yang penting itu adalah niat dia untuk berubah :) Alhamdulillah. Gue ga tau apa yang membuat dia memutuskan untuk jadi lebih baik, tapi apapun alasannya, gue mendoakan agar dia tetap istiqamah :)) Aamiin.

Ketika baca tulisan dia, gue mikir: "Gue seneng liat temen gue berubah jadi lebih baik. Gue juga mau, tapi kayaknya ga sekarang deh. Kalo kayak dia, berarti gue harus belajar pake rok. Terus celana jeans gue pada mau dikemanain? Pake rok itu ribet gitu, belum lagi rok gue terbatas. Gue harus ngeluarin budget gitu buat beli rok yang belum tentu bakal gue pake. Udah gitu, rok ga bisa dipake kayak celana jeans, berapa hari gitu dipake *ketauan joroknya :P Kalo rok kan ada motifnya, susah kali kalo ga punya stok banyak. Gue kan ga suka pake baju yang sama dalam seminggu. Dan stereotype gue ke cewek yang pake rok, apalagi yang jilbaber gitu, aduh, norak, ga suka liatnya. Serius deh, gue mikirnya apa yaa, aduh, cupu deh -_-
Dan kebayang itu celana jeans gue, apalagi ada yang baru beli, kan bagus, ngetat, gue bebas gerak, bebas pecicilan, modis, berjilbab tapi gaul. Mubazir kan celana jeansnya kalo ga dipake? :( Belum baju-baju gue yang banyak ga match kalo makenya sama rok. Ah ribet, ogah."

kita sama-sama percaya kan Allah itu selalu ada? :)

Selasa, 09 April 2013

Habis nangiiis huaaaa >.< Bersyukurnya, tangis kali ini berbeda dengan tangis yang kemarin-kemarin. Hari ini gue menangis karena terharu, dan amat sangat bersyukur. Rasanya bahagia banget.

Kemarin gue baru aja ngerasain bete banget karena masalah yang terjadi di sekitar gue, bahkan diri gue sendiri pun bermasalah. Mulai dari skripsi, masalah temen gue, masalah gue yang jaman dulu tiba-tiba muncul lagi, banyak deh pokoknya. Ketika masalah-masalah itu datang bersamaan, gue pusing, ga kuat. Tapi hari ini Alhamdulillah gue merasa jauh lebih tenang dan merasa dikuatkan, oleh Allah.

Allah mengirimkan orang-orang yang baik untuk menghibur, mengingatkan, mendoakan, dan menenangkan gue. Subhanallah, Alhamdulillah. Sesayang itu Allah sama gue. Dia kasih masalah, Dia kasih juga pertolongan-Nya. See, Allah itu Mahabaik. Dia hanya ingin mengajarkan kita untuk lebih sabar dan bijak menyikapi suatu masalah, biar kita jadi hamba-Nya yang kuat :')

Bete yang kemarin masih nyisa. Sebenernya hari ini ada stressor lain (atau stressor yang sama tapi kuantitasnya berlebih?) Yaa begitu lah. Gue capek. Gue sebel. Gue pun datang lagi ke teman yang gue pikir bisa bantu gue. Alhamdulillah mereka available buat gue. Mereka diberikan kekuatan lebih sama Allah untuk nemenin gue, dengerin gue, dan bantuin gue, meskipun mereka juga punya masalah. Kyaaaa terharu banget >.<

masalah masalah masalah

Senin, 08 April 2013

Masalah. Iyaa, semua orang pasti punya masalah. Setiap hari, bahkan dalam sehari masalahnya bisa bertumpuk-tumpuk. Kadang belum beres masalah yang satu, ada lagi masalah yang lain. Makin lah jadi beban pikiran.

Hari ini lagi-lagi gue disadarkan tentang masalah. Gue ga tau deh yaa gimana menjelaskannya. Gue juga ga tau sebenernya mau nulis apa di post ini. Gue cuma mau mengeluarkan unek-unek aja. Ga enak rasanya kalo punya masalah dipendem sendiri. Bersyukurnya, hari ini masih ada teman yang mau mendengarkan keluh kesah dan curhatan gue. Ga perlu mereka kasih saran atau apa, gue ga minta yang aneh-aneh. Mereka mau mendengarkan aja itu sudah sangat lebih dari cukup.

Gue tau, setiap orang punya beban, masalah, dan tanggung jawab masing-masing. Gue tau, yang bisa menyelesaikan masalah seseorang yaa cuma orang itu sendiri. Misalnya, lo ada masalah dan butuh saran atau bantuan dari orang lain, tetep aja kan final decisionnya ada di elo. Elo mau apa, mau nerima masukan dari orang lain atau ga, cuma elo yang tau keputusan apa yang  akan lo ambil. Tapi tetep aja, keberadaan orang lain di samping lo ketika lo lagi ada masalah itu bermakna banget. Meskipun mungkin kehadiran orang lain itu cuma untuk jadi pendengar atau 'tempat sampah' buat kita. Ada sih orang yang lebih milih sendiri ketika ada masalah, ada. Nah, kalo gue, kadang butuh sendiri, kadang butuh ada teman.

tentang rasa

Kamis, 04 April 2013

Suatu sore. Di sebuah ruang kerja. Secangkir kopi yang sudah dingin terhidang di meja. Isinya tinggal separuh.

Seorang lelaki berkacamata duduk sambil menghadap layar laptopnya. Wajahnya berseri. Jari jemarinya dengan lincah bergerak berpindah dari satu huruf ke huruf lain, menghasilkan sederet tulisan yang tiada henti berpindah ke barisan selanjutnya. Sesekali ia diam sambil menyimak baik-baik lirik lagu yang diputar dari laptopnya. Senyum tersungging. Sesekali pula ia ikut menyanyikan lagu yang ia dengar.

Seorang perempuan berkacamata menghampiri meja lelaki itu sambil meletakkan sepiring puding coklat. Lelaki itu melirik puding itu sejenak. Puding itu terlihat manis bersanding dengan cangkir kopinya. Ia pun tersenyum ke arah perempuan tadi yang sudah duduk di sampingnya.

"Kamu buatin aku puding lagi?"
"Bosan ya?"
"Ga. Aku suka. Kalau bosan, aku boleh bilang kan?"

sebuah cerita

4 April 2012.

Pertama ketemu dia, ga sengaja. Singkat cerita, waktu itu gue ke fakultasnya dan ketemu dia dan temennya lagi duduk manis. Ga tau ngerjain apa, mereka sibuk di depan laptopnya masing-masing, ada tugas kuliah mungkin, atau ngerjain skripsi. Waktu itu ga jelas sih mukanya, soalnya dia pake masker. Tapi ga tau yaa kenapa, gue tertarik. Entah feeling, entah intuisi, entah apa, di pikiran gue saat itu: "Iih cowok ini kok lucu yaa, cool, gue suka." Dan gue merhatiin dia. Physically, dia tipe gue. Casual dan nyantai, berkacamata. Manis (tau dari mane lo mukanya aja ketutup masker). Ahahahaha. Yaa intinya love at first sight (males sih pake istilah ini, norak, tapi yaa gimana emang gitu -__-)
Kedua kali ketemu, sempet ngomong sama dia. Yah, walaupun cuma sedikit doang, selebihnya cuma bisa ngeliat dia pergi. Ga tau kapan bisa ketemu lagi dan ga nyangka ada kesempatan untuk kenal dan ngobrol sama dia.

Lagi-lagi ceritanya disingkat. Gue berhasil kenalan sama dia dan ternyata orangnya baik banget, asik, supel, dan nyambung ngobrol sama dia. Meskipun baru kenal, dia welcome dan baik. Dia banyak bantuin gue. Okee, makin naksir. Hahaha.

Sebulan, dua bulan, tiga bulan, dan seterusnya sampai akhir tahun 2012. Gue kadang berkomunikasi sama dia, kadang ga. Soalnya kadang dia ngehubungin, kadang ga. Gue sih ogah ngehubungin duluan. Masih jaim cuy. Hahaha. Padahal dalem hati, kangen banget.

tentang bimbingan

Rabu, 03 April 2013

Alhamdulillah, hari ini jadi bimbingan. Setelah minggu kemarin ga jadi bimbingan karena dosen tersayang sakit. Minggu lalu antara seneng ga seneng sih karena ga ada bimbingan. Senengnya karena jadi ga perlu tegang dan bisa melewati weekend tanpa menyentuh draft hahaha, tapi ga senengnya karena gue ga dapet feedback secepatnya, it means itu menghambat progres skripsi gue kan. Tapi yaa sudahlah, di balik ini semua gue tetap bersyukur :)

Cerita sedikit deh tentang dosen pembimbing gue. Beliau adalah Bang Amir. Waktu mempertimbangkan untuk minta beliau jadi dosen pembimbing, heem, dilema. Soalnya beliau, gimana yaa, galak? Ga juga. Mungkin karena faktor muka kali yaa hahaha. Peace bang :D Jadi kalo ngeliat muka beliau tuh bawaannya serem, mukanya kan serius tuh. Jadi gue takut banget beliau marah. Padahal kalo dipikir-pikir, ngapain juga coba beliau kurang kerjaan marah-marah ga jelas. Kan aneh yaa. Maksudnya di sini gue yang aneh karena mikir begitu. Hahaha. Pertimbangan lain adalah beliau itu kan termasuk dosen senior yang pemahaman teorinya sangat baik, terutama di bidang psikologi sosial yang jadi ranah skripsi gue. Gue juga udah nanya-nanya ke temen-temen lain yang sebelumnya pernah bimbingan tugas kuliah sama beliau. Mereka bilang beliau baik, mengarahkan, dan ga seseram yang dibayangkan. So, setelah gue pertimbangkan baik buruknya, gue pun menghadap beliau dan minta persetujuan beliau untuk jadi pendamping skripsi gue. Aseeek.

replace

Selasa, 02 April 2013

“Allah never takes any good away from you. He simply replaces the seemingly good with a definite better.”

When Allah takes away something from you
It’s not till you have correct and check your intention
It’s not till you have cleansed your heart
It’s not till you have really turn your heart to Him
That He will indeed return it back to You

He may as well just took it away from you for a moment
He may just as well took it away from you because it cause you to distance yourself from Him
He may just as well took it away because it cause distraction to you in remembering Him
He may just as well took it away from you as a lesson for you to face tomorrow
He may just as well took it away from you because He knows it is not the best for you

But if it is indeed best for you
It will no doubt return back to you
Once you have clean your heart properly
Once you have correct your intention just for His Sake
Once you have turn your heart completely to Him
Then it will definitely gonna come back to you

But if it don’t
Then it simply mean that it is not the best for you
Then it simply mean that something better indeed is coming on it’s way
Then it simply mean that He has greater plan for you than you have for yourself
Because He is The Best of Planner rite?
….
Keep Calm & Trust Allah’s plan


the reason of why Allah created us

Minggu, 31 Maret 2013

Remember one thing 
The reason of why Allah created us 
Human being
Differ from the angle 

Remember one thing
The reason of why Allah created us 
To worship Him 
And Him alone 
  
Remember one thing 
The reason of why Allah created us
Not to worship His creation 
For no matter how great they may seems 
They are powerless 
  
Remember one thing 
The reason of why Allah created us
Not to be drown in the sea of Dunya 
Until we see not the tip of the ocean 

Remember one thing 
The reason of why Allah created us 
By giving this Dunya and this time to us 
To let us prepare for the Hereafter 
To gain His Reward and His Jannah 
  
Remember one thing 
The reason of why Allah created us 
Useless not 
But to benefit other human being  

Remember one thing 
The reason of why Allah created us

To worship Him 
To worship Him 
To worship Him 

And if you remember that one thing 
Regardless of where you are 
You will be save from countless of lies of this world 

And I created not the Jinn and mankind except that they should worship Me (Alone).
Surah Adh-Dhariyat Ayah 56