Apa rasanya ditinggalkan? Aku rasa aku tahu bagaimana rasanya. Semacam
perasaan tidak nyaman, tidak mengenakkan. Aku rasa semua orang pun tahu
bagaimana rasanya. Kita semua hampir pasti pernah mengalaminya.
Tapi tahukah kamu apa rasanya meninggalkan? Aku rasa aku tahu bagaimana
rasanya. Semacam perasaan berat, gelisah. Aku ragu semua orang sadar bagaimana
rasanya. Padahal kita semua hampir pasti pernah meninggalkan jejak di hati
orang lain.
Tentang meninggalkan.
Tak enak rasanya dibilang meninggalkan dan tak peduli lagi pada apa dan siapa
yang tertinggal di belakang.
Percayalah, yang meninggalkan pun berat untuk beranjak. Apalagi yang
ditinggalkan adalah kesayangan. Kalau bukan karena keadaan yang mengharuskan,
tentu yang meninggalkan akan memilih untuk tetap tinggal. Atau mengajak yang
akan ditinggalkan untuk ikut serta. Sungguh, tidak ada yang ingin melihat
kesayangannya sedih dan susah sendirian.
Tapi mau bagaimana. Salah satu makna hidup adalah tentang meninggalkan
dan ditinggalkan.
Karena tidak semua pertemuan berakhir dengan indah atas nama kebersamaan.
Terkadang pilihan untuk berpisah adalah awal yang baik untuk sebuah keindahan
lainnya. Aku percaya itu.
Percayalah, yang meninggalkan pun terus berpikir. Berpikir bagaimana
caranya menenangkan hati yang ditinggalkan, bahkan ketika hati sendiri pun
masih goyah.
Karena kita satu, aku merasa baik ketika kamu pun merasa baik. Dan aku
pilih doa sebagai pendampingmu di saat aku jauh.
Doa punya kekuatan luar biasa yang mampu menembus jarak seberapa pun
jauhnya, seberapa pun mustahilnya. Doa akan mengalir lewat air, berhembus lewat
udara, berderai lewat tetesan hujan, meneduhkan selayaknya awan, dan
memancarkan kehangatan selayaknya matahari pagi yang cahayanya menyapamu setiap
pagi.
Doa itu akan selalu ada, selalu terucap, selalu menemani. Kau hanya perlu
ucapkan Aamiin untuk setiap kata-kata yang aku rangkai. Apapun itu, percayalah,
itu demi kebaikanmu.
Cinta biar saja ada
Yang terjadi biar saja terjadi
Bagaimanapun hidup memang hanya cerita
Cerita tentang meninggalkan dan yang ditinggalkan
Rumah, 19 Desember 2013, 11.04 WIB
