Diam
mungkin masih menunggu tanda
bagaimana mau bergerak
kalau jalan tidak terbuka
hendak lewat mana
buntu
ingat kata seseorang
orang itu mengingatkan temanku
kalau ada tembok dan dia menghalangi
mau terus majukah?
kalau iya, memang bisa?
itu tembok, kokoh, sulit
kalau begitu, harus mundur?
ya !
temanku diam
dia ragu
saya tahu yang harus saya lakukan adalah mundur
tapi saya lebih memilih untuk diam
terus diam dan memandangi tembok itu
aku pikir, kalau aku ada di posisi yang sama
aku juga akan lebih memilih untuk diam
tidak untuk sejenak
tapi cukup lama
hanya untuk memandangi tembok itu
diam, ya, hanya diam
tidak maju, tidak pula beranjak untuk pergi
- tulisan ini seharusnya diposting pada 24 Agustus 2012 :))
ketika saya masih *some text missing* :p
0 comments:
Posting Komentar