i feel it too, i guess

Minggu, 26 Agustus 2012

siang ini, ceritanya mau ngerampok mama (baca: belanja) :p
masuk lah gue ke sebuah toko pernak-pernik lucu. as usual, ada lagu-lagu yg diputar untuk menghibur pengunjung.
deg. bukannya terhibur, gue langsung ngerasa sedih. adegannya kayak di film-film. bayangin deh, ada backsound lagu galau, gue dengan tampang sendu terdiam sambil ada sekilas cerita berputar di benak gue. yaa, kira-kira begitulah.

the main point of this post is the sad story behind that song.
awalnya lagu ini terdengar biasa. tapi semenjak gue tau kalo lagu ini mewakili perasaan seseorang, gue jadi tertarik untuk dengerin lagu ini dan mencoba memahami arti di balik liriknya.
rasanya dikhianati kan sakit yaa, eem, mungkin gue belum pernah merasakan hal itu, apalagi dikhianati sama orang yg gue sayang. entah kenapa, denger lagu ini dan membayangkan gimana perasaan orang itu ketika dia merasa sakit hati, gue... sedih.
sebegitu sayangnya dia sama orang itu? sebegitu berharapnya dia sama orang itu? sebegitu susahnya dia menerima kalau dia ditinggalkan?
okee, itu pertanyaan bodoh. yaa lo pikir ajaa yu, kalo lo sayang sama orang, berharap orang itu tetep sama lo sampai nanti, dan tiba-tiba dia pergi dari lo, memangnya ga sakit?
ibaratnya, lo punya motor kesayangan yg lo pake ke mana-mana setiap hari. ga bisa kalo ga naik motor. tiba-tiba motor lo dirampok orang terus hilang. lo ga punya motor lagi, lo ga bisa pergi dengan bebas, lo kehilangan sesuatu yg berharga banget buat lo (ga bermaksud menyamakan pasangan sama motor, jelas beda, tapi yaa intinya gitu deh).

di balik pertanyaan bodoh gue itu, gue peduli. gue ngerasa, eem, apa yaa, mungkin gue belum pernah mengalami rasanya dikhianati (as I said before), tapi gue merasa gue tau rasanya. gue cukup membayangkan, dia, dengan semua harapan yg dia punya, dengan perasaan yg dia jaga, dengan rasa sayang yg cuma untuk orang itu.
marah, kecewa, berharap, sedih, menyesal, kesel, tapi masih sayang. berat ketika ada dua hal yg bertentangan ada di dalam diri kita. dilema. mana yg mau lebih dirasakan, kita ga bisa atur itu.

intinya, gue ikut sedih setiap denger lagu itu. satu nama, satu wajah, satu cerita. entah yaa, gue ga pernah tau cerita sebenarnya gimana. tapi yang pasti, gue ikut merasakan, meskipun gue ga tau pasti, apa yg gue rasain. mungkin ga sama persis, tapi gue mencoba untuk memahami.

cepatlah sembuh, hati :))

Share This Post

0 comments:

Posting Komentar