kacau
Karena skripsi? Iya, salah satunya. Sebenernya bukan ini juga masalah utamanya. Gue masih bisa handle kok.
Kerjaan lain? Iya, salah satunya. So far, bisa gue handle juga.
Mikirin masalah orang lain? Iya, salah satunya. Ini, heem, gue ga yakin gue bisa bilang gue mampu handle. Gue ga bisa melakukan apa-apa selain menenangkan dan mendoakan. Gue tau, untuk beberapa masalah dan untuk beberapa orang, didengarkan dan ditenangkan, apalagi didoakan, that's enough. Tapi entah kenapa gue tetap merasa gue belum bisa melakukan sesuatu yang bermakna untuk orang-orang terdekat gue yang lagi bermasalah. Gue sedih melihat mereka sedih, dan makin sedih karena gue belum bisa bantu meringankan beban mereka. Mungkin ini salah satu yang bikin psikis gue jadi ga nyaman. Terlalu perasa, terlalu pemikir. Ketika ga bisa berbuat apa-apa, sedih sendiri :(
Keinginan untuk jadi orang baik dan sempurna yang bisa membantu dan menyenangkan hati orang lain? Kalau ini, gue curiga ini yang bikin gue sering uring-uringan sendiri. Ini tuh bukan masalah Yu, seharusnya. Tapi gue sendiri yang menjadikan ini masalah, bahkan pressure untuk diri gue sendiri. Gue pengen banget bisa bantu orang lain, tapi kadang suka ga sadar sama kemampuan sendiri sih. Kadang gue juga punya masalah, tapi paling ga bisa kalo ga ikutan mikirin masalah orang lain. Pengen bantuin, ga mau dibilang egois, tapi jadinya pusing sendiri. Sekalinya bilang lagi pengen sendiri, ngerasa jadi orang egois, ga punya empati, ga bisa diandalkan, feeling guilty, ngerasa jahat sama diri dan temen sendiri. Berlebihan ya? Memang iya, tapi memang gitu. Hmph.
Ketika kita membantu orang lain, itu adalah suatu bentuk kebaikan dari diri kita. Lewat kita, Allah menjawab doa orang yang kita bantu itu. Gue percaya, InsyaAllah, Allah akan balas itu. Allah juga akan mendatangkan bantuan-bantuan dari jalan yang ga pernah kita duga. Dan gue pun merasakan hal itu. So far, apa yang jadi tanggung jawab gue sampai detik ini semuanya berjalan dengan lancar. Mungkin orang-orang menilai gue yang hebat. Ga, sama sekali ga. Gue hebat karena doa dan bantuan dari mereka, dari orang-orang terdekat gue. Gue hebat karena kekuatan dari Allah. Gue hebat karena Allah meridhoi gue. Gue hebat karena Allah yang menutupi keburukan-keburukan gue. I'm nothing without Allah SWT.
Dan setiap kali gue pengen sendiri, seketika gue ingat, sebaik-baik manusia adalah manusia yang berguna untuk manusia lain. Pernah baca juga, hidup bukan hanya tentang kesuksesan kita dalam mencapai mimpi kita sendiri, tapi juga tentang bagaimana kita memudahkan orang lain untuk mencapai mimpinya. See, kalimat-kalimat semacam ini yang bikin gue pada akhirnya menyerah, dan mengesampingkan sedikit masalah gue.
Tapiii... kalau masih dibahas juga kekesalan, ketidaknyamanan, dan keluhan-keluhan yang gue rasakan, apa gunanya. Satu sih yang gue tangkep, gue ga ikhlas. Kalau gitu, untuk apa. Percuma. Sia-sia. Mubazir. Ketidakikhlasan itu merusak semuanya. Jujur, gue seneng banget ketika gue bisa berguna dan membantu orang lain. Tapi kalau setelah itu gue ungkit-ungkit lagi apa yang telah gue lakukan, efeknya amat sangat ga baik buat gue. Ya, sangat mengganggu. Kalau yang diungkit kebaikan, jadinya sombong, takabur. Astaghfirullahal'adzhim. Kalau yang diungkit keluhan, jadinya ya itu tadi, ga ikhlas.
Sebahagia apapun kamu, kalau tanpa ikhlas, bahagia kamu ga akan sempurna.
Kemarin pas lagi jalan bareng seorang temen, (padahal awalnya lagi bahas teori) tiba-tiba dia nanya: "Ikhlas itu apa sih, Yu?"
Kemarin ada temen bbm, (katanya urgent banget) taunya nanya: "Gimana caranya ikhlas ya, Yu?"
Kemarin ada temen curhat dan gue bilang, lo mungkin harus belajar untuk ikhlas. Dan dia bilang: "Iya, gue lagi dalam proses dan belajar banget untuk tau gimana itu ikhlas."
Ikhlas? Sering banget denger. Apa ya, ikhlas itu?
Tadi ga sengaja pas lagi tiduran gue mikir gini: "Gue tuh capek akhir-akhir ini. Banyak yang harus dikerjain, tapi banyak yang butuh bantuan juga. Gue pengen bantu, tapi gue capek. Iya, capek, mau fisik, mau psikis, semuanya capek. Capek? Kenapa gue capek? Setau gue kalau kita enjoy melakukan sesuatu, kita ga akan capek. Kita akan menikmati, dengan senyum. Enjoy? Menikmati?"
Seketika gue diam. Iya, gue rasa itu jawabannya. Enjoy, menikmati.
Ada lagi, gue juga tadi ga sengaja baca tumblr. Tulisannya begini:
“Mungkin ikhlas itu adalah saat kita benar-benar berhenti bertanya ‘mengapa’.”
Heem, bisa jadi. Kalau ikhlas harusnya ga usah banyak nanya dan banyak mikir. Just do it !
Ada lagi, ingat dulu temen ada yang pasang display picture di bbm begini:
"Ikhlas itu seperti Surah Al Ikhlas di Al Qur'an. Namanya ada, ikhlas, tapi tidak tampak dan tidak disebut-sebut sedikit pun di dalam surah itu."
Dan ternyata ada ini di tumblr gue. Taraaa.
See, simpulkan sendiri ikhlas itu apa. (Mungkin) setiap orang punya makna masing-masing.
Ini kenapa jadi bahas tentang ikhlas yaa? Hahahah.
Kembali ke topik awal. Heem, sebenernya ga yakin tulisan ini punya satu topik. Tulisan ini berawal dari kelelahan yang kemudian gue sebut kekacauan yang gue rasakan selama beberapa hari terakhir.
Semalam itu malam minggu. Weekend. Setelah weekday gue full schedule yang mengharuskan gue mobile sana sini dan mikir. Capek. Iya, capek. Tapi gue bersyukur Allah masih memberikan gue kekuatan untuk melewati semuanya. Allah berikan nikmat sehat, nikmat menyadari kekhilafan, nikmat waktu luang untuk gue menenangkan hati dan pikiran gue, dan juga mengistirahatkan tubuh gue.
Semalam udah puas nangis. Udah puas berduaan sama Allah. Karena hanya Allah tempat sebaik-baik mengadu. Dan nikmat terindah yang Allah berikan adalah nikmat mampu menyadari hikmah positif yang sudah Ia siapkan dalam setiap kejadian yang Ia rancang, demi kebaikan hamba-Nya :)) Subhanallah. There's something behind something, right?
Dear Allah, You have given me more than enough. You are the reason for everything I have become. Nothing I can deny. Alhamdulillah.
Jadi inget, semalem saking galaunya kebayang-bayang lagunya Raisa yang 'Terjebak Nostalgia'. Bukan, bukan karena tema lagunya yang gue banget. Lebih keinget sama satu part di lagu ini sih:
"Maafkanlah ku hanya ingin sendiri ku di sini."
Saking pengen 'me time' banget. Hahahah :))
Aah random sekali postingan ini. Ya sudahlah. Lega :))

Sahabaat :)
BalasHapusTerima kasih sudah membantu gw saat our skripsi time :)